The Morning Hours

About The Novel

Halo para pembaca! Selamat datang di blog saya. Blog ini saya buat untuk mempublikasikan novel saya yang sedang dalam proses. Saya sangat membutuhkan komentar-komentar dari Anda. Sekaligus ide-ide baru untuk memperbaiki dan memberikan judul untuk novel dan judul tiap chapter dari novel saya (terus terang sampai sekarang saya tidak kepikiran harus memberi judul apa). Mohon bantuannya yaaa :D

Berikut ini sinopsis novelnya:

Novel yang saya buat ini berkisah tentang seorang Profesor Linguistik bernama Drina Hutabarat. Dia memiliki kemampuan tersembunyi untuk mendengar suara-suara terselubung ketika mendengar manusia di sekelilingnya menyatakan sesuatu. Suara-suara terselubung inilah yang disebut “Suara-Suara Ilokusi.” Kalau kalian belajar linguistik, mungkin kalian tahu bahwa ilokusi adalah sesuatu yang ingin disampaikan oleh manusia saat mengucapkan tuturan nyata (lokusi)-nya. Ilokusi tidak selalu sama dengan lokusi. Kadang manusia menyatakan sesuatu, tapi niatannya untuk menyatakan itu berbeda sama sekali dengan tuturannya. Drina dapat mendengar suara-suara ilokusi ini sejak kecil, tapi setelah dia dewasa, mempelajari ilmu linguistik, dan membuatnya jadi berpikiran sedikit positif terhadap suara-suara ilokusi itu, kemampuannya jadi mulai menghilang.

Suatu hari, Drina yang sudah hidup tenang pada usia 63 tahun, menerima permintaan seorang anak perempuan bernama Karmina untuk membaca suara-suara ilokusi yang mungkin dapat didengar dari surat bunuh diri yang ditulis oleh kakeknya. Permintaan ini awalnya ditolak oleh Drina karena ia tidak ingin mendengar suara-suara ilokusi lagi. Selain itu Drina pun tidak yakin kalau suara ilokusi dapat diketahui dari bentuk tuturan yang berupa tulisan. Akan tetapi, ada sesuatu dari surat bunuh diri tersebut yang sangat ingin ia selidiki hingga ia pun rela untuk berusaha kembali mendengar suara-suara ilokusi yang sudah lama tidak ia dengar. :)

Untuk melihat2 tulisan2 per chapter-nya, silakan klik di Menu Chapters di sebelah kanan :D

Untuk melihat apa2 saja yang di-update dari novel ini klik di link atas: “Latest Updates On The Novel”

Bila ingin terus dikabari update dari novel ini, tinggal sign up langganan update novel di menu sebelah kanan bawah. :D

26 Responses to "About The Novel"

Mampirlah ke halaman depan blog kami. :)
Kami sudah mengutip ringkasan ini di sana.

Omong-omong, bagiamana kalau blog ini memakai widget jumlah pengunjung. Pasti menyenangkan bisa melihat kira-kira berapa orang yang sudah membaca tulisan ini.

Terima kasiiih :D

Nanti akan saya coba pakai widget pengunjung. Maklum, masih gagap wordpress. hehe.

……..sounds extremely interesting. Looking forward to read it..

usulan judul ya….listener for the dead? Atw silent voices…

….ini rima yang bekas asdos saya kan ya?

tidak, raven. ini Rima, the Koala. kamu nggak tahu kan? hahaha. zzz.
makasih raven sdh mampir. ditunggu kritik dan sarannya. :D

oh iya, soal judul… aku ingin cari judul dalam bahasa Indonesia sih ven. tapi aku tampung dulu sarannya. thanks :D

-Bisikan Sunyi
-Suara hening

thanks for the suggestions :D

nice idea…
tapi aku blm baca per chapternya, hehe
ini intinya nyritain drina yg mengungkap surat bunuh diri itu?
soal judul, apa ya, rada susah, hehehe
mungkin suara kematian

thanks masukannya. hehe… emg rata2 kasih saran berkaitan dgn “suara” ya… tp harus hati2 bgt nih biar kesannya bukan novel horor. hehe. kalo ada waktu baca per chapter yaaa.

Coba kalau kasih judul “Suara-Suara Ilokusi” sekalian aja. Mestinya orang awam yg liat judulnya bakal penasaran, soalnya pengen tahu suara ilokusi itu apa, trus bakal baca sinopsisnya. Dari situ selanjutnya pembacanya yg memutuskan, apakah dia tertarik untuk baca lebih jauh atau nggak dari menyimak sinopsisnya. Tapi setidaknya judul awalnya dah bisa membuat orang yg ngeliatnya penasaran…

iya, kayaknya emg kalo ga ketemu2 yg pas, bakal dikasih judul itu. cuma rada takut aja kalo org2 yg ga suka linguistik jd ga mau baca. soalnya di kalangan anak sastra sendiri linguistik ini kyk mata kuliah yg dibenci. hahaha.

saya membenci linguistik, kak. hahaha.
bentul, bentul, kasih judul yang simple, macam Ilokusi, kan mirip kayak Inception tuh :D
ah si kakak ini punya ide yg unik aja, seandainya saya bisa gitu *nangis di pojokan*
sinopsis udah, sekarang ganti chapter, tapi setelah tugas saya dan review blog kelar ya? XDD

haha… makasih bang tariz. akhirnya mampir juga. ah abang bisa saja. ini karena kecintaan saya yg berlebihan pd linguistik (kuatkan dirimu bang! jangan pingsan!)
sukses jg ya tugas dan blognya…. nanti aku datang lg ke blog itu. :D

Halah2, keinginan penelitian suratnya cobain berakhir inspirasi ini kah Rim? Bagus2.

iya, feb. soalnya kyknya gue ga bakal daftar ke cambridge. tdnya surat bunuh diri cobain itu buat research paper utk syarat daftar ke cambridge. hohoho.

Kak Rim, idenya udah bagus kok.
Soal judul yg simpel aja. Tp kalo menurut aku jangan terlalu berbau linguistik atau mewakili genre tertentu, ntar kalo yg diwakilin ga begitu menonjol, pembaca kecewa.
Aku coba baca chaptersnya, it’s getting better (by ‘it’ I mean your writing style). Tp kalo chapter 1, (maafkan aku kak Rima aku org awam yg ga ngerti nulis ini opiniku aja yaaa) kayaknya stylenya masih berubah2 (coba kakak baca kalimat pertama tiap paragraf).

Cheers.

hahaha, kalau soal writing style sih cuy… saya emg ga pernah peduli *digorok*

itu nulis ngalir aja lis jd gue sendiri ga tau kenapa kesannya berubah2 style-nya (I never mean to write in any type of writing style. i just simply write it down).

cuma mungkin karena sebelumnya aku udh lama banget ga nulis fiksi panjang2 bgt kyk gini, awal2 emg kyk mobil yg mesinnya baru dijalanin setelah sekian lama ga dipake. ke belakang2 membaik mungkin krn skrg mesinnya udh “panas” (apa sih hahaha)

terima kasih atas saran2nya. :D

wah, berarti gue harus mempertimbangkan masalah judul suara ilokusi itu ya…weeew.

By the way I like how you choose the title of each chapter. Good luck kak!!!

judulnya ILOKUSI aja. simple en eye catching. orang juga banyak gak banyak tahu tentang istilah ini, so ini bakal bikin orang curious.

thanks sarannya. emang kayaknya lama2 pengen judulnya sekitar “suara ilokusi” aja. xD

Hi Rima, kapan nih terbitnya. Tampaknya menarik. Saya jadi penasaran dengan cara kamu menuliskan tema yang membosankan ini, tapi saya suka dengan ide ceritanya. Jadi mengingatkan saya ke Jostein Gaarder yang menyampaikan filsafat dengan cara menyenangkan. So wonder whether you can do it like him.

Ini Henri yg di fans Radiohead kan? Lama tak jumpaaa! :D

hehe. iya emg temanya membosankan (saya sendiri mengakuinya).

tp belom selesai2 nih. Lagi siap2in diri untuk kuliah di Australia.

kalo rencana diterbitin masih lama mungkin. masih bingung bakal ada penerbit yg mau atau kagak. hehehe.

hai, salam kenal, kak…
aku mau ngasih saran juga (tapi ini juga kalo belum dikirim ya…)
gimana kalo judulnya ‘suara dari dalam hati’?

semoga sukses, kak… :)

terima kasih atas sarannya :D :D

hai tante midorima..wkwkkw
klw suara ilokusi..saya sebagai orang awam malah nggak bakal tertarik dengan judulnya..soalnya saya nggak tahu apaitu..wkwkkww…itu menurut saya sendiri loho..hhehee

mau ngasih saran aja deh, tetapi gak tau harus comment di mana… di sini aja ya;)

hmm kan halaman depan tuh jadi panjaaaang banget… karena artikelnya gak dipotong;)

hmm coba deh pake Read More tag…
petunjuk lengkapnya di sini;)
http://en.support.wordpress.com/splitting-content/more-tag/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.